Nutrisi Pada Kondisi Stress

Rina Maharani M.

Siapapun di dunia ini tentu mendambakan kehidupan yang selalu tenang, bahagia, terbebas dari segala bentuk tekanan termasuk derita stress. Tetapi jika direnungkan dengan bijak, hidup tanpa mengalami stress tidaklah berarti. Bayangkan saja jika manusia tak mengalami stress. Hidup terasa hambar dan datar-datar saja. Tapi dengan hadirnya stress, hidup menjadi lebih dinamis dan berwarna.

Pada hakikatnya, manusia memang membutuhkan stress demi kelangsungan hidup. Karena dalam keadaan tertekan atau stress, tubuh menghasilkan hormon adrenal in yang merangsang melakukan sesuatu. Ada kalanya stress diperlukan untuk memacu prestasi, tapi jangan anggap enteng stress yang berulang, karena stress akan seperti badai yang menguras nutrisi otak dan memunculkan berbagai penyakit fisiko

Tubuh manusia sudah dirancang supaya mampu menghadapi situasi seperti itu, lain halnya stress yang lama, berulang-ulang, dan hOllis, tubuh manusia tidak dipersiapkan untuk hal tersebut dan akibatnya dapat merusak otak. Stress atau keadaan yang menekan secara fisik maupun psikis, sering dianggap sebagai "Teman". Disebut ternan, karena pada situasi menekan itu justru mampu menghasilkan prestasidan produktivitas. Karena itu para psikolog sering menganjurkan, stress tidak perlu dihindari ataupun dilawan, tapi dikelola dengan baik. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan sekitar 450 juta penduduk dunia mengalami gangguan kesehatan akibat stress. Bahkan, Organisasi Buruh Dunia (ILO) menyebutkan stress sebagai salah satu problem serius yang mengancam penduduk dunia saat ini.

Uniknya, saat ini banyak orang tak sadar jika mereka mengalami stress. Diantara mereka juga ada yang tak paham bila stress dapat memicu gangguan kesehatan lebih serius. Gejala seseorang mengalami stress pada dasarnya dapat dibagi dalam tiga kategori yakni berdasarkan fisik, psikologis dan perilaku.

  • Ciri yang berhubungan dengan fisik misalnya sakit di bagian kepala, perut dan belakang badan, gangguan pencernaan, tangan berkeringat, bahu dan leher tegang, jantung berdetak kencang.
  • Ciri yang berhubungan dengan perilaku seperti sukar tidur, cepat lelah, nafsu makan berubah, cepat marah, resah, sedih tanpa sebab.
  • Sedangkan yang berhubungan dengan psikologis misalnya gangguan konsentrasi, sering lupa, kurang kreatif, kurang percaya diri atau sukar menyesuaikan diri dengan keadaan sekeliling.

Bila dibiarkan, stress dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, kelelahan yang berlebih, penurunan nafsu seks, depresi, sakit seluruh hadan, atau problem berat badan. Dan yang paling menakutkan dan mengkhawatirkan, stress bisa mengakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah atau penyakit berat lainnya.

Sayang, tidak semua orang mampu mengelola stres. Karena itu semboyan, Dalam Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Sehat, tidak tepat lagi. IImu pengetahuan menunjukkan, DALAM JIWA YANG SEHATLAH TERDAPAT TUBUH YANG SEHAT.

MEMBENTUK MEMORI

Keadaan stress, baik secara fisik maupun psikis, akan menimbulkan reaksi kimia luar biasa pacta tubuh. Otak manusia mempunyai berat 2% daTi berat badan orang dewasa (3 pan), menerima 20 % curah jantung dan memerlukan 20% pemakaian oksigen tubuh dan sekitar 400 kalori energi setiap harinya. Otak merupakan jaringan yang paling banyak memakai energi dalam seluruh tubuh manusia dan terutama dari proses metabolisme oksidasi glukosa. Jaringan otak sangat rentan terhadap perubahan oksigen dan glukosa darah, aliran darah berhenti 10 detik saja sudah dapat menghilangkan kesadaran manusia. Berhenti dalam beberapa menit, merusak permanen otak. Hipoglikemia yang berlangsung berkepanjangan juga merusak jaringan otak (Prince, Wilson, 2006: 1 024)

Segera setelah seseorang mengalami situasi stress, otak akan mengirim pesan kepada safar agar melepaskan adrenalin dan kimia otak lain, untuk dikirimkan sebagai energi kepada oto1. Yang lebih renting lagi, acta bagian kecil pacta otak yang disebut hippothalamus, akan mengirim pesan kepada kelenjar di bawah otak agar mengalirkan hormon corticotrophin ke dalam darah. Selanjutnya, hormon ini akan meminta kelenjar adrenal supaya mengeluarkan lebih banyak barman stres (glucocorticoids). Kemudian Hormon ini akan memerintahkan tubuh supaya menyuplai darah dengan glucosa, agar segera memiliki energi untuk menghindarimya. Hormon stress terutama sekali tampak mempengaruhi bagian otak yang disebut hippocampus. Bagian inilah yang memainkan peranan renting dalam membentuk memori.

Dalam buku panduan mengenai stress berjudul Why Zebras Dont Get Ulcers, Robert Sapolsky menjelaskan bahwa jika berhasil mengatasi situasi stress, manusia ingin bisa mengingatnya supaya lain kali bisa menghindarinya. Dalam peristiwa yang sangat mengguncangkan, biasanya memori akan menajam. Mungkin inilah yang bisa menjelaskan, mengapa sulit melupakan tragedi 65 atau kerusuhan Mei 98.

STRES BERULANG

Kadang manusia mengalami stress secara berulang, dan akibatnya glucocorticoids akan membanjiri otak. Lama kelamaan manfaat hormon stress hilang, sehingga memori akan memburuk, tingkat energi turun, dan problem kesehatan muncul. Menurut Sapolsky, dalam beberapa hari saja hormon stress meningkat, akan melemahkan (bahkan mematikan) gel hippocampal jika suplai oksigen terhenti, seperti yang terjadi saat stroke atau serangan jantung.

Banyak cara yang dilakukan untuk meringankan stress seperti olahraga, tidur yang cukup, rekreasi, menghindari rokok, pergaulan silahturahrni, kasih sayang atau bentuk aktivitas relaksasi lainnya, pengelolaan waktu yang baik, agama yang dijalankan dengan ketaatan dan makan yang teratur dan seimbang. Namun tidak semua orang mau dan bisa melaksanakan aktivitas tersebut karena berbagai alasan

NUTRISI STRESS

Untuk meredakan stres, kini telah bermunculan metode baru yang telah banyak diadopsi karena keamanan dan kenyamanannya. Salah satu metode tersebut adalah penggunaan nutrisi alami yang berasal dari protein susu. bernama lactium. Sejarah dan ide penggunaan lactium sebagai pereda stres merupakan hat yang unik karena berawal dari penelitian para ahli terhadap bayi yang terlihat tenang setelah minum susu. Fenomena ini mengantar pada riset berkelanjutan selama 14 tahun terakhir yang kemudian menyimpulkan bahwa lactium memiliki efek menenangkan. Bukan saja efektif untuk bayi, namun juga bagi orang dewasa.

"Lactium berasal dari kasein hidrolisat susu mumi yang terdiri dari 10 asam amino atau bioactive decapeptide yang dapat memberikan efek menenangkan," ungkap Thierry Foucher, pakar lactium dari Prancis . Menurut Foucher, lactium telah terbukti mengurangi efek stress melalui berbagai uji coba klinis yang dilakukan di berbagai negara. Kemampuan nutrisi ini sebagai stress regulator telah terbukti dalam mengurangi fisiko timbulnya berbagai jenis- penyakit yang timbul akibat dampak stress seperti diare, sakit kepala dan jantung. "Lactium juga mampu menjaga kestabilan emosi dan mental," terangnya.

Secara teori, lanjut Foucher, manusia bisa memperoleh dosis bioactive decapeptide yang ada pada lactium dari segelas susu setiap hari. Namun bagi orang dewasa mereka tidak akan mampu menyerap protein ini dengan baik seperti halnya bayi. Mengingat sistem pencemaan dan enzim orang dewasa sudah lebih sempuma dan selektif dalam menyerap zat-zat tertentu. "Enzim pencernaan orang dewasa memecah lactium pacta susu, sehingga hal ini menyebabkan efek relaksasi yang diperoleh dari segelas susu murni tidak akan sarna seperti bayi. Sehingga pacta orang dewasa lactium harus ditambahkan," lanjutnya.

Minum Teh

Minum teh terbukti mampu mempengaruhi tingkat hormon stress dalam tubuh. Para peneliti Inggris menemukan bahwa orang yang meminum teh berhasil sembuh dari stress lebih cepat daripada mereka yang minum selain teh. Teh mengandung catechins, polyphenols, flavonoids dan asam amino yang mampu mempengaruhi neurotransmitter otak dan mengurangi level cortisol (hormon stress) dalam darah.

Makan Karbohidrat Kompleks

Serotonin, suatu pemancar saraf yang renting dalam otak, jika dikurangi dapat menyebabkan susah tidur, kelesuan, kehilangan tenaga, ketidakmampuan untuk konsentrasi dan depresi. Triptofan, suatu asam amino esensial, diubah menjadi serotonin dalam gel otak. Asam amino lain dalam protein makanan bersaing untuk masuk ke otak melalui sawar darah otak, dan tidak membiarkan triptofan lewat. Karbohidrat dalam diet merangsang pembuatan insulin (suatu barman), yang menarik asam amino lain sehingga triptofan mendapat kesempatan untuk masuk ke otak untuk kemudian diubah menjadi serotonin. Vitamin B6 diperiukan untuk membuat serotonin. Oleh karena itu, karbohidrat menyebabkan rasa santai, menjaga perasaan tenang dan relaks tetap kuat lebih lama (karena serotonin) dan protein menyebabkan ketajaman penglihatan.

Karbohidrat kompleks meliputi makanan dan sereal berbutir utuh (whole-grain) seperti roti gandum utuh, oat dan beras merah serta jenis polong-polongan seperti kacang hijau, kedelai dan lentil.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan kaya akan tryptophan dan magnesium, dua nutrisi kunci yang mendukung produksi serotonin. Bahkan kacang almond kaya dengan nutrisi penghilang stress seperti berbagai vitamin B, zinc, vitamin E and antioksidan.

Makan Buah Berry

Blueberry, blackberry dan jenis berry lainnya mengandung beberapa antioksidan alami terkuat dan penuh vitamin C, menjadikannya penghilang stress yang handal. Stress membuat tubuh melepaskan radikal bebas (molekul oksigen tak stabil perusak gelnonnal) dan antioksidan mampu membantu menetralkan molekul-molekul berbahaya tersebut.

Mengkonsumsi Makanan Pembuat Senang

Beberapa makanan mengandung senyawa yang membantu tubuh memproduksi neurochemicals sehingga mempengaruhi suasana hati (mood). Dr. Susan Lark, pengarang buku Hormone Revolution, menjelaskan beberapa makanan yang memberi efek menenangkan diantaranya adalah daging kalkun (kaya tryptophan, taurine dan vitamin B6); biji labu, bayam, dan kedelai hitam (ketiganya kaya magnesium); pepaya (kaya vitamin C); dan pi sang (kaya potassium)

Coklat

Cokelat sudah terbukti dapat membuat perasaan jadi bahagia, hati menjadi tenang, dan plong. Menurut Prof. Dr. Ali Khomsan, Guru Besar Jurusan Gizi Masyarakat & Sumberdaya Keluarga (GMSK), Institut Pertanian Bogor, makan cokelat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa cokelat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengonsumsinya kembali yang biasa disebut chocolate craving. Dampak cokelat terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving. Hal ini juga sering dikaitkan dengan zat-zat yang terkandung dalam cokelat. Salah satunya phenylethylamine yang merupakan suatu substansi mirip arnphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. Dampak dari dopamine ini dapat menimbulkan perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta!!

Alkohol

Alkohol dapat mengurangi kegelisahan. Alkohol bekerja sebagai obat penenang atau depresan. Namun, efek kronis alkohol dapat menyebabkan depresi. Alkohol diserap langsung oleh perot dan mencapai sel otak; selaput lendir sel meluas dan berubah sehingga komunikasi dalam sel otak menjadi buruk. Ketergantungan terhadap alkohol dalam jangka panjang dapat mengubah fungsi jiwa, dan gejala lepas zat (sakaw) dapat menyebabkan halusinasi.

Alkohol memperlambat produksi enzim yang diperlukan untuk mencema makanan, terutama lemak. Alkohol menghabiskan persediaan vitamin C, asam folat, vitamin B-Iain, zat Seng dan vitamin A dalam tubuh. Alkohol memperberat kerja hati untuk bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Satu gelas minuman beralkohol sekali-kali untuk memberikan rasa santai dan meningkatkan selera makan mungkin tidak terlaluberbahaya. Namun, kebiasaan minum tentu membahayakan kemampuan tubuh untuk menanggulangi stres.

Kafein

Kafein ditemukan dalam kopi, teh, minuman kola, coklat dan beberapa obat. Berlebihan kafein berdampak sarna seperti berlebihan stres, bahkan dapat membuat stres semakin buruk.

Kafein adalah perangsang dan dapat meningkatkan pengeluaran asam lambung dan hormon tiroid yang dapat menimbulkan kegelisahan dan dapat menyebabkan ginjal bekerja lebih keras karena bertindak sebagai diuretik (menyebabkan sering buang air kecil). Kafein menghalangi penyerapan zat besi jika dikonsumsi dengan makanan atau dalam satu jam setelah makan.

Sering orang minum kafein untuk "menambah tenaga" secara cepat. lni adalah pandangan yang keliru, sebenamya kafein meletihkan kelenjar adrenalin dan akhimya akan melelahkan Anda. Sakaw kafein dapat menyebabkan sakit kepala, jadi kurangi secara berangsur-angsur. Jika kita hanya ingin merasakan kopi, pilih yang dikeringkan dengan uap tanpa kafein (steam-dried decaffeinated).

Minuman Ringan

Minuman ringan mengandung fosfor agar tidak hambar. Hal ini mengganggu keseimbangan kalsium fosfor dalam tubuh dan mengeluarkan kalsium dari tulang, meningkatkan resiko osteoporosis, terutama pacta wanita. Fosfor juga menetralisir asam hidroklorik dalam lambung; asam ini diperlukan tubuh untuk mencema makanan dengan baik. Jika kita mempunyai kecenderungan sering buang air besar dan diare, berarti asam hidroklorik telah berkurang dan minuman ringan yang mengandung fosfor dapat memperberat keadaan. Air mineral tidak mengandung fosfor.

Aditif dan Bahan Pengawet

Daging babi yang diasinkan, daging olahan, sosis, daging komet, dan ikan yang diasap menggunakan nitrat/nitrit agar tidak busuk dan untuk memberi efek wama segar. Nitrat/nitrit yang dipadukan dengan zat kimia lain dalam tubuh akan membentuk nitrosamin yang dianggap dapat menyebabkan kanker. Dosis tinggi vitamin C mencegah pembentukan nitrosamin. MSGoditambahkan sebagai cita rasa dan untuk memperkuat wama dalam sayuran yang dikalengkan. Pacta beberapa kasus, MSG dikaitkan dengan sakit kepala, reaksi alergi kulit dan perasaan terbakar pacta belakang leher. Aturan yang baik adalah menghindari makanan yang dibubuhi zat kimia.

Gula

Gula dapat menyebabkan reaksi pada beberapa orang seperti lekas marah. Serotonin dapat membantu kita untuk rileks dan tidur di malam hari, tetapi pada siang hari seseorang dapat merasa lelah atau lekas marah setelah memakan sejumlah besar karbohidrat sederhana yang meningkatkan kadar serotonin, seperti gula dan hasil olahannya. Penambahan protein dapat menghalangi efek buruk ini.

Makanan yang Mengandung Vitamin C

Sejumlah besar makanan yang dimakan sekaligus menimbulkan stres dalam tubuh waktu dicema. Jadi, lebih baik makan dengan jumlah kecil untuk mengurangi stres ini. Makanlah sedikit tetapi sering agar mendapat kalori dan protein yang cukup.

Para peneliti dari University of Alabama menyatakan bahwa vitamin C mampu mengurangi level hormon stress dalam darah, sehingga akhimya meredakan respon tubuh terhadap stress. Beberapa penelitian juga menyatakan konsumsi 1.000 mg vitamin C sangatlah membantu.

Perbanyak makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Selain dapat membantu kelancaran buang air besar, makanan berserat juga bisa memperbaiki mood dan mempertahankan kadar gula supaya tetap stabil. Hindari makanan yang berpotensi menyebabkan iritasi lambung, misalnya kopi kental, makanan berlemak tinggi, makanan pedas, asam, dan minuman beralkohol.

Bicarakan masalah Anda dengan ahlinya, konselor profesional dapat membantu melihat persoalan secara obyektif, dan menempatkan masalah dalam perspektif yang tepat. 


*Sumber : http://yankes.kemkes.go.id


Share
Facebook Google Twitter