Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

ISK diartikan sebagai tumbuh dan berkembang biaknya bakteri atau mikroba di dalam saluran kemih dalam jumlah bermakna (jumlah nya > 105 cfu/ml). ISK merupakan infeksi tersering pada anak-anak, setelah ISPA dan diare.

SIAPA YANG RENTAN TERKENA ISK ?
- Bayi < 1 tahun: lebih sering pada laki-laki.
- Bayi demam usia <2 bulan: lebih banyak bayi laki-laki yang belum disunat.
- Anak yang lebih besar: lebih banyak pada perempuan. 

GEJALA ISK
ISK ini spektrum gejalanya bervariasi. Tergantung usia, lokasi infeksi, dan seberapa berat peradangan yang diakibatkan. Pada sebagian anak, ISK tidak menimbulkan gejala. Bahkan, bisa jadi satu-satunya gejala adalah demam. Bayi neonatus (usia 30 hari pertama), gejala ISK nya tidak spesifik, bisa berupa apatis, sulit minum, tampak kuning, gagal tumbuh, muntah, mencret, suhu tubuh menurun atau naik.
Bayi usia 1-12 bulan, gejala dapat berupa demam, penurunan berat badan, gagal tumbuh, nafsu makan berkurang, cengeng, muntah, sakit perut, diare. 
Pada anak yang lebih besar, gejalanya lebih spesifik: nyeri ketika berkemih, anyang-anyangan, ngompol, air kemih keruh, nyeri pinggang, menggigil, demam.

PENYEBAB ISK
ISK berhubungan erat dengan kebersihan di sekitar saluran kemih. Beberapa diantaranya akibat:
  1. Popok terlalu lama basah setelah bayi mengompol atau kotor akibat pup
  2. Area kelamin bayi yang kurang dibersihkan setelah kencing atau pup
  3. Cara membersihkan dubur dan kelamin yang salah. Teknik membersihkan yang benar: dari depan ke belakang.
  4. Bayi yang belum disunat meningkatkan risiko terkena ISK
  5. Sering menahan pipis.
  6. Pemasangan kateter urin yang terlalu lama.
  7. Daya tahan tubuh yang belum sempurna sehingga bayi rentan terkena penyakit.
  8. Kelainan anatomi dan fungsi dari saluran kemih.
MIKROBA PENGINFEKSI
Paling sering: Escherisia coli. Bakteri ini banyak ditemukan di usus besar kita. Sehingga E. coli akan turut serta terbuang bersama feces ketika anak pup. Ini yang menjadi alasan, mengapa bila kita salah cara membersihkan dubur, E. Coli yang berasal dari usus akan berpindah ke area kemih sehingga menyebabkan ISK. Bakteri lain yang juga menyebabkan ISK adalah Enterobacter sp, Proteus mirabilis, Providencia stuartii, Morganella morganii, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus faecalis, dan bakteri lainnya. Bakteri Proteus dan Pseudomonas sering dikaitkan dengan ISK berulang. ISK akibat jamur biasanya terjadi pada pasien imunokompromais. (sistem imun menurun).

KLASIFIKASI ISK
ISK pada anak dibedakan berdasarkan:
  1. Gejala klinis: Simptomatik (bergejala), Asimptomatik (tanpa gejala)
  2. Lokasi infeksi: ISK atas, ISK bawah (pielonefritis—infeksi sampai ke ginjal)
  3. Untuk kepentingan pengobatan, ISK dapat dibagi menjadi ISK simpleks dan ISK kompleks
  4. ISK dikatakan berulang, jika: ISK atas > 2 kali, atau1 kali ISK atas + ISK bawah > 1 kali, atau ISK bawah 3 kali
BISAKAH ISK DICEGAH ?
BISA, Lakukan tips dibawah ini :
1. Banyak minum
2. Jangan menahan kencing
3. Lepas diapers
4. Perhatikan kebersihan area kemih
5. ASI eksklusif

BAGAIMANA CARA MENGOBATINYA?
Untuk lebih lanjutnya bisa di konsultaksikan dengan dokter Spesialis Anak kami, untuk jadwal praktek bisa di klik link berikut


Share
Facebook Google Twitter