Fasilitas Unggulan Rumah Sakit Rama Hadi

Rumah Sakit Rama Hadi memiliki fasilitas-fasilitas unggulan, diantaranya Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL),
Bedah Laparoskopi, Cimino, Instalasi Hemodialisa, URS (Ureterorenoscopy), TURP (Transurethral Resection of Prostate) dan Phaco Emulsification Bedah Mata Minim Sayatan

Foto Deskripsi

Suatu alat canggih dengan teknologi tinggi untuk menghancurkan batu ginjal dan saluran kemih dengan gelombang kejut (Shock Wave) tanpa dilakukan operasi atau pembedahan dan tanpa di rawat inap,

Konsultasi lebih lanjut hubungi dokter urologi kami

Foto Deskripsi

Laparoscopy adalah teknik bedah invasif minimal yang menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut.
Keuntungan pembedahan dengan laparoscopy antara lain sayatan kecil sekitar 1-1,5 cm dimana ahli bedah akan memasukkan alat laparoscopy yang memiliki sebuah tabung kecil berkamera dan lampu kecil pada ujungnya yang memperlihatkan isi di dalam rongga perut dan panggul pada sebuah monitor. Dengan sayatan yang kecil tersebut rasa sakit lebih minimal dan luka dapat cepat sembuh sehingga memperpendek masa perawatan di rumah sakit. Risiko perdarahan saat proses pembedahanpun dapat diminimalisir.

Foto Deskripsi

Cimino adalah suatu prosedur pembedahan dengan membentuk suatu pintasan antara arteri dan vena didaerah tertentu yang berguna untuk akses hemodialisa

Foto Deskripsi

Hemodialisa atau cuci darah merupakan tindakan medis dengan menggunakan mesin cuci darah sebagai pengganti fungsi ginjal yang rusak dalam penyaringan racun-racun metabolisme dalam tubuh dan sekaligus mengeluarkannya

Foto Deskripsi

Operasi  endoskopi  berukuran  kurang  dari  3  milimeter   yang dimasukkan melalui saluran kencing ke dalam ureter  kemudian batu dipecahkan dengan gelombang udara. Pecahan batu akan keluar  bersama 

Foto Deskripsi

Transurethral resection of the prostate (TURP) merupakan standar pembedahan endoskopik untuk Benign Prostat Hypertrophy (pembesaran prostat jinak).  TURP dilakukan dengan cara bedah elektro (electrosurgical) atau metode alternative lain yang bertujuan untuk mengurangi perdarahan, masa rawat inap, dan absorbsi cairan saat operasi.  Metode alternatif ini antara lain vaporization TURP (VaporTode), TURP bipolar, vaporisasi fotoselektif prostat (PVP), dan enuleasi laser holmium serta tidanakan invasive minimal lainnya seperti injeksi alcohol, pemasangan stent prostat, laser koagulasi.

Menurut Agency for Health Care Policy and Research guidelines, indikasi absolut pembedahan pada BPH adalah sebagai berikut :

  1. Retensi urine yang berulang.
  2. Infeksi saluran kemih rekuren akibat pembesaran prostat.
  3. Gross hematuria berulang.
  4. Insufisiensi ginjal akibat obstruksi saluran kemih pada buli.
  5. Kerusakan permanen buli atau kelemahan buli-buli.
  6. Divertikulum yang besar pada buli yang menyebabkan pengosongan buli terganggu akibat pembesaran prostat.

Secara umum pasien dengan gejala LUTS sedang-berat yang tidak berespon terhadap pengobatan dengan alfa-adrenergik bloker dan/atau 5-alfa reduktase blok inhibitor dipertimbangakan untuk menjalani prosedur pembedahan. TURP diindikasikan pada pasien dengan gejala sumbatan saluran kencing menetap dan  progresif akibat pembesaran prostat yang tidak mengalami perbaikan dengan terapi obat-obatan.

Kontraindikasi TURP

TURP merupakan prosedur elektif dan tidak direkomendasian pada pasien tertentu. Hampir semua kontraindikasinya adalah kontraindikasi relatif, berdasarkan kondisi komorbid pasien dan kemampuan pasien dalam menjalani prosedur bedah dan anestesi.  Kontraindikasi relatif antara lain adalah status kardipulmoner yang tidak stabil atau adanya riwayat kelainan perdarahan yang tidak bisa disembuhkan. Pasien yang baru  mengalami infark miokard dan dipasang stent arteri koroner sebaiknya ditunda sampai 3 bulan bila akan dilakukan TURP.

Pasien dengan disfungsi spingter  uretra eksterna seperti pada penderita miastenia gravis, multiple sklerosis,atau Parkinson dan/atau buli yang hipertonik tidak bleh dilakukan TURP karena akan menyebabkan inkontinensia setelah operasi. Demikian pula pada pasien yang mengalami fraktur pelvis mayor yang menyebabkan kerusakan spingter uretra eksterna. TURP akan menyebabkan hilangnya spingter urin internal sehingga pasien secara total akan tergantung pada fungsi otot spingter eksternal untuk tetap kontinen. Jika spingter eksternal rusak, trauma, atau mengalami disfungsi, pasien akan mengalami inkontinesia.

Kontrandikasi yang lain adalah pasien kanker prostat yang baru menjalani radioterapi terutama brachyterapi atau krioterapi dan infeksi saluran kencing yang aktif.

Sumber : emedicine.com

Foto Deskripsi

Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total. Katarak biasanya disebabkan karena penuaan, penyakit kencing manis, pasca trauma, penyalahgunaan obat mata, dsb. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika katarak terlalu tebal. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain. 


Beberapa gejala umum Katarak antara lain:

  1. Pandangan kabur yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau ukuran kacamata yang sering berubah.
  2. Warna-warna tampak kusam.
  3. Susah melihat di tempat yang terang akibat silau.
  4. Kesulitan saat membaca atau mengemudi di malam hari.

Teknik Phaco Emulsifikasi yaitu operasi pengangkatan katarak modern dengan menggunakan alat phaco emulsifikasi (awam disebut dengan laser) untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan. Setelah itu, lensa intra-okuler (IOL) yang dapat dilipat dimasukkan ke dalam mata. Setelah operasi, pasien dapat beraktifitas kembali tanpa penutup mata.


Beberapa kelebihan dari operasi katarak dengan menggunakan teknik Phaco Emulsifikasi yaitu:

  1. Sayatan sangat kecil (± 2,7 mm)
  2. Proses cepat (± 15 menit)
  3. Tanpa Jahitan
  4. Pasien dapat langsung pulang setelah operasi
  5. Perawatan dan pemulihan lebih cepat (± 2- 5 hari)
  6. Dapat dilakukan pada semua tingkatan katarak
  7. Mengurangi rasa nyeri dan ketidaknyamanan setelah operasi


Share
Facebook Google Twitter